Langsung ke konten utama

Postingan

Stigma, Covid-19, Ungu dan Janda

Stigma, Covid-19, Ungu dan Janda Sulit meminimalisir stigma dari masyarakat kita. Di tengah pandemi covid-19, bukan hanya ODP, PDP, pasien positif dan jenazah korban covid-19 saja yang jadi korban stigmatisasi, nakes alias tenaga kesehatan yang menjadi pahlawan garda terdepan juga tak luput dari ancaman ini. Pun sama, keluarga mereka yang tidak berhadapan secara langsung dengan pasien juga terkena imbasnya. Dicap dan dianggap juga sebagai penular virus bermahkota yang tak kasat mata itu. Harus dihindari! Lha , terus, hubungannya dengaan ungu dan janda apa? Jadi,  gini , hampir sama juga dengan status janda yang oleh kebanyakan masyarakat kita dipandang negatif. Distigmai negatif. Janda selalu diidentikkan dengan (maaf) kesepian, haus belaian, gatal, penggoda suami orang. Padahal, kan , belum tentu perempuan yang berstatus janda pasti seperti itu. Lucunya lagi, yang tak ada kaitannya secara langsung dengan janda juga kena imbasnya. Apa itu? Warna. Iya, warna ungu misalnya. “ E...

CIK JUR (Bagian I)

Malam ini aku teringat, seorang guru waktu di MDA (Madrasah Diniyah Awaliyah, aku dan teman-teman menyebutnya ngaji sore) dulu. Juwairiyah nama aslinya, tapi lebih dikenal dengan nama panggilannya 'Cik Jur'. Dia suka bilang kalau belajar itu ibarat perang, dan buku adalah senjatanya. Coba bayangkan perang tanpa senjata! Kau akan duluan kalah, duluan mati! Tiap kata-katanya sangat membekas bagiku. Meski para murid MDA dulu selalu menjulukinya 'cik cerewet', tapi aku tidak! Kurasa dia berlaku wajar sebagaimana perlakuan guru terhadap murid. Dia tegas, disiplin, suka menegur yang salah. Ada kebiasaannya yang unik. Suka menulis dengan aksara Arab-Melayu. Tanda tangannya juga Arab-Melayu. Tiap pembagian rapor, dia pasti mempersiapkan hadiah untuk muridnya yang rangking 1, 2, 3, dan murid yang absensinya bersih. Hadiahnya dibungkus kertas warna coklat, dituliskannya di kertas itu nama murid peraih hadiah, ya, tulis tangan, pakai Arab-Melayu. Dulu aku selalu kagum, bukan main...

AIR HUJAN DAN KUCING

Aku menggerutu. Mengapa panas mentari hanya sekejap? Kuharap tidak hujan ketika rintikan air sudah mulai menggenangi halaman kecil di depan rumahku. Pasti tergenang lagi, begitu prediksiku. Benar saja, semen-semen yang membatu sudah menampung tetesan hujan yang jatuh pada cekungannya yang sebenarnya tidak begitu dalam. Lagi-lagi aku kesal melihatnya. Kapan halamanku bebas dari genangan hujan? Belum selesai kupikirkan langkah yang perlu kubuat agar air tak tergenang, kulihat seekor kucing datang, lantas minum tepat di genangan yang kukesalkan tadi. Aku tercengang! Dasar bodoh! Dasar egois! Mengapa kesal pada cara Allah menyampaikan rezeki kepada makhluk-Nya? Mungkin aku perlu cara pandang yang baru, yang lebih menyeluruh. 

SAP SOSIOLOGI PENDIDIKAN ISLAM

SAP Matkul Sosiologi Pendidikan Islam Untuk melihat SAP silahkan klik:  https://docs.google.com/uc?export=download&id= 0B5aOqawoz7JRTTJnbktqNnRfS3c NB: Kepada mahasiswa prodi PAI, semester V-A dan V-C, Sekolah Tinggi Agama Islam Tebingtinggi Deli , untuk judul-judul makalah silahkan lihat kolom "materi". Judul dan sub-judul harus sesuai dengan yang terdapat pada kolom materi. Judul yang tidak terdapat sub-judulnya, mahasiswa diperkenankan membuatnya sendiri.

TIGA KERAJAAN BESAR (TURKI USMANI, MUGHAL, SAFAWI)

 TIGA KERAJAAN BESAR Jika masa keemasan Islam bertitik zenit pada periode Dinasti Umayyah dan Abbasiyah, maka keruntuhan Baghdad pada tahun 1258 M secara politis menandakan tenggelamnya masa kejayaan tersebut. Demikian hingga menjelang abad 16 M, yang merupakan masa yang teramat krusial bagi sejarah peradaban Islam. Dunia Islam mulai bangkit kembali dengan ditandai oleh munculnya tiga kerajaan besar. Harun Nasution mengidentifikasi masa ini sebagai kebangkitan Islam kedua. [1]   Pada tahun 1501 M Ismail Muda mendirikan pemerintahan Safawiyah di Persia (Iran) dan menjadikan Syi’ah sebagai agama resminya. Pada saat yang sama Dinasti Timurid setelah sekian lama melakukan invasi, berhasil membangun fondasi bagi Dinasti Mughal di India. Di Timur Dekat, Ottoman Turki berhasil..... [1] Harun Nasution, Islam Ditinjau Dari Berbagai Aspeknya . Untuk artikel selengkapnya silahkan klik: https://docs.google.com/uc?export=download&id=0B5aOqawoz7JRNlRwTHhJeHM1V2...

RESENSI BUKU: ISLAM UNTUK DISIPLIN ILMU (IDI) FILSAFAT

PPs UINSU Sejak ilmu pengetahuan memisahkan dirinya dari filsafat sebagai induknya, tersisa dua bidang yang tetap melekat pada filsafat bahkan menjadi inti pembahasannya. Pertama , apa yang dapat diketahui?, dan kedua , apa yang harus dikerjakan? Jauh sebelum agama islam hadir hingga masa kontemporer dewasa ini, permasalahan yang melulu dibahas dalam lapangan kefilsafatan berkisar pada tiga realitas pokok persoalan yang dibahas oleh manusia sehubungan dengan inti pembahasannya tersebut, yaitu persoalan alam, persoalan manusia, dan persoalan tentang Tuhan. Judul buku   Penulis         Penerbit        Tahun terbit  Tebal buku   : : : : Islam Untuk Disiplin Ilmu Filsafat Prof. Dr. Zakiah Daradjat, dkk Depag RI. 2001 xvi + 15...