Aku menggerutu. Mengapa panas mentari hanya sekejap? Kuharap tidak hujan ketika rintikan air sudah mulai menggenangi halaman kecil di depan rumahku. Pasti tergenang lagi, begitu prediksiku. Benar saja, semen-semen yang membatu sudah menampung tetesan hujan yang jatuh pada cekungannya yang sebenarnya tidak begitu dalam. Lagi-lagi aku kesal melihatnya. Kapan halamanku bebas dari genangan hujan? Belum selesai kupikirkan langkah yang perlu kubuat agar air tak tergenang, kulihat seekor kucing datang, lantas minum tepat di genangan yang kukesalkan tadi. Aku tercengang! Dasar bodoh! Dasar egois! Mengapa kesal pada cara Allah menyampaikan rezeki kepada makhluk-Nya? Mungkin aku perlu cara pandang yang baru, yang lebih menyeluruh.
PPs UINSU Sejak ilmu pengetahuan memisahkan dirinya dari filsafat sebagai induknya, tersisa dua bidang yang tetap melekat pada filsafat bahkan menjadi inti pembahasannya. Pertama , apa yang dapat diketahui?, dan kedua , apa yang harus dikerjakan? Jauh sebelum agama islam hadir hingga masa kontemporer dewasa ini, permasalahan yang melulu dibahas dalam lapangan kefilsafatan berkisar pada tiga realitas pokok persoalan yang dibahas oleh manusia sehubungan dengan inti pembahasannya tersebut, yaitu persoalan alam, persoalan manusia, dan persoalan tentang Tuhan. Judul buku Penulis Penerbit Tahun terbit Tebal buku : : : : Islam Untuk Disiplin Ilmu Filsafat Prof. Dr. Zakiah Daradjat, dkk Depag RI. 2001 xvi + 15...
Komentar
Posting Komentar