Langsung ke konten utama

AIR HUJAN DAN KUCING

Aku menggerutu. Mengapa panas mentari hanya sekejap? Kuharap tidak hujan ketika rintikan air sudah mulai menggenangi halaman kecil di depan rumahku. Pasti tergenang lagi, begitu prediksiku. Benar saja, semen-semen yang membatu sudah menampung tetesan hujan yang jatuh pada cekungannya yang sebenarnya tidak begitu dalam. Lagi-lagi aku kesal melihatnya. Kapan halamanku bebas dari genangan hujan? Belum selesai kupikirkan langkah yang perlu kubuat agar air tak tergenang, kulihat seekor kucing datang, lantas minum tepat di genangan yang kukesalkan tadi. Aku tercengang! Dasar bodoh! Dasar egois! Mengapa kesal pada cara Allah menyampaikan rezeki kepada makhluk-Nya? Mungkin aku perlu cara pandang yang baru, yang lebih menyeluruh. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

RESENSI BUKU: ISLAM UNTUK DISIPLIN ILMU (IDI) FILSAFAT

PPs UINSU Sejak ilmu pengetahuan memisahkan dirinya dari filsafat sebagai induknya, tersisa dua bidang yang tetap melekat pada filsafat bahkan menjadi inti pembahasannya. Pertama , apa yang dapat diketahui?, dan kedua , apa yang harus dikerjakan? Jauh sebelum agama islam hadir hingga masa kontemporer dewasa ini, permasalahan yang melulu dibahas dalam lapangan kefilsafatan berkisar pada tiga realitas pokok persoalan yang dibahas oleh manusia sehubungan dengan inti pembahasannya tersebut, yaitu persoalan alam, persoalan manusia, dan persoalan tentang Tuhan. Judul buku   Penulis         Penerbit        Tahun terbit  Tebal buku   : : : : Islam Untuk Disiplin Ilmu Filsafat Prof. Dr. Zakiah Daradjat, dkk Depag RI. 2001 xvi + 15...

TEORI BELAJAR HUMANISTIK

BAB I PENDAHULUAN A.    Latar Belakang Belajar dapat didefinisikan sebagai suatu proses yang kompleks yang terjadi pada diri setiap individu manusia sepanjang hidupnya. Proses belajar itu sendiri terjadi karena adanya interaksi antara seorang individu dengan lingkungannya. Oleh sebab itu, belajar dapat terjadi kapan dan dimana saja. Pada awalnya, upaya untuk memahami tentang proses belajar adalah dengan cara tradisional yakni didasarkan pada pengalaman. Selain itu dapat pula didasarkan pada pemahaman filsafat. Dalam hal ini, pemahaman yang dimaksud adalah pemahaman filsafat idealisme Plato dan realisme Aristoteles. Plato berpendapat bahwa segala pengetahuan itu diwariskan dan merupakan komponen natural, sedangkan Aristoteles sebaliknya, meyakini bahwa pengetahuan berasal dari pengalaman indrawi dan tidak diwariskan (Hegerhahn dan Olson, 2009: 30). Kemudian dalam tahapan perkembangannya, upaya untuk memahami tentang proses belajar lebih mendekatkan diri pada ranah ps...

SAP SOSIOLOGI PENDIDIKAN ISLAM

SAP Matkul Sosiologi Pendidikan Islam Untuk melihat SAP silahkan klik:  https://docs.google.com/uc?export=download&id= 0B5aOqawoz7JRTTJnbktqNnRfS3c NB: Kepada mahasiswa prodi PAI, semester V-A dan V-C, Sekolah Tinggi Agama Islam Tebingtinggi Deli , untuk judul-judul makalah silahkan lihat kolom "materi". Judul dan sub-judul harus sesuai dengan yang terdapat pada kolom materi. Judul yang tidak terdapat sub-judulnya, mahasiswa diperkenankan membuatnya sendiri.